Abu Dzal Al-Ghifari | 28 Desember 2008 13:06 WIB

41 tahun palestina tak pernah mengalaminya.

Tapi di hari itu palestina….

Genderang perang telah ditabuh sendiri oleh zionis israel la’natullah

Geliat intifadhoh jilid III bertabuh kembali

Wahai kaum muslimin

Dimana kalian saat saudaramu membutuhkan bantuanmu

Dimana kalian saat saudaramu memanggil namamu

Sekedar untuk meminta perlindungan dan bantuan

Wahai kaum muslimin… dimana kalian!!

Saat jettempur zionis membantai saudaramu di palestina

Mereka membombardir setiap jengkal Gaza

230 syahid 700 orang terluka 250 orang terluka serius

Dimana kalian!!!

Wahai kaum muslimin… dimana kalian!!

Enyahkan dirimu dari depan si kotak dungu

Yang hanya berisi propaganda agar engkau lupa

Bahwa kau punya saudara di palestina

Tinggalkan gaya hidupmu yang menjadi penyakit

Bahkan melukai hati saudaramu dipalestina

Saat mereka memakai pakaian sekedarnya

Tapi kau menghamburkan uang hanya untuk memenuhi syahwat gaya hidupmu

Wahai kaum muslimin… dimana kalian!!

Tidakkah kalian malu pada saudara-saudaramu di paletina

Mereka tak pernah malas berjihad

Mereka tak pernah malas bangun malam mendoakan agar dibebaskan palestina

Mereka tak pernah malas dan enggan jika diberikan amanah

Mereka tak pernah banyak alasan jika diminta untuk berjihad

Mereka hanya kenal 1 kalimat

Sami’na wa atho’na !!!

Asykariman awmut syahidan !!!

Wahai kaum muslimin… dimana kalian!!

Berikan sesuatu yang paling kau cintai di dunia ini!

Berikan harta terbaikmu untuk saudaramu di palestina

Berikan jiwa terbaikmu untuk membantu saudaramu di palestina

Berikan waktu terbaikmu untuk membantu saudaramu di palestina

Jangan kau bakhil pada saudaramu

Jangan kau bakhil pada medan peperangan ini

Jika kau tak mau ditinggalkan oleh Sang Pemberi Rezeki

Wahai saudaraku dipalestina !!!

Dengarkan kata hatiku ini

Duhai saudaraku di palestina

Maafkan saudaraku yang tak mau mengingatmu

Maafkan saudaraku yang mereka lupa padamu

Maafkan saudaraku yang tak bisa memberikan bantuan terbaiknya kepadamu

Maafkan saudaraku yang tak bisa mendoakanmu karena kesibukannya mengejar dunia

Saudaraku maafkan aku yang tak bisa mengajak mereka

Tapi aku berikrar wahai saudaraku di palestina

Jika ada kesempatan itu

Jika ada kesempatan untuk bertemu dan berjuang bersamamu

Maka aku adalah orang pertama yang mewakafkan diriku

Duhai saudaraku di palestina

Jangan pernah takut akan kegelapan

Karena engkau dilindungi Sang Pemilik Cahaya

Duhai saudaraku di palestina

Jangan pernah takut lapar

Jika perutmu ada yang menggelitik

Minta saja pada Sang Pemberi Rezeki seluruh umat manusia

Pasti Dia akan memberimu makanan dan minuman yang berlimpah

Duhai saudaraku di palestina

Jangan pernah takut kehilangan orangtuamu, teman bermainmu, rekan seperjuanganmu

Karena engkau akan bertemu lagi dengan mereka di suatu tempat

Kau akan bertemu di sebuah taman yang disekelilingnya bertaburan bunga yang harum

Disana orangtuamu, teman bermainmu, rekan seperjuanganmu berbahagia

Duhai saudaraku di palestina

Doaku kan selalu tercurah untukmu

Maaf jika doaku tak semustajab dirimu

Mungkin itu karena maksiat yang masih sering kulakukan

Aku akan terus mengajak orang tuk mendoakanmu

Insya Allah mereka adalah orang-orang yang sholeh

Sehingga doa mereka akan dihijabah oleh Sang Pengabul Doa

😉 🙂 🙂 🙂 🙂

untuk mu duhai saudaraku di palestina…

Iklan