Hikmah Ramadhan 1431H – Hari Pertama

Subhanalloh walhamdulillah wa laailahaillalloh wallohuakbar.

Sahabat Ramadhan yang dimuliakan Alloh Ta’ala, penghujung malam telah datang. Hari pun berganti seiring suara adzan maghrib berkumandang. Puasa hari pertama di Ramadhan 1431 Hijriah ini tak terasa mampu dilewati dengan mudah dan lancar. Kerongkongan kita pun sudah kembali basah dengan segarnya air minum yang membasahinya. Mungkin selintas mata hati dan mata zhohir kita pun ikut basah, terkesima dengan keberkahan yang dirasakan. Alhamdulillah, Ramadhan terus membuat satu persatu manusia yang lupa akan Tuhannya kembali ingat pada-Nya. Sehari-hari tanpa qur’an, kini dimanapun dan kapanpun terdengar lantunan qur’an. Allohu Akbar..

Sahabat Ramadhan, di awal malam hari kedua ini mari kita sedikit bertafakkur tentang sesuatu yang mestinya menjadi pengingat kita setiap saat. Ya, kita akan mengingat kembali apa tujuan hidup kita dan untuk apa kita diciptakan oleh Alloh Ta’la. Kerana pada faktanya diluar sana, saudara-saudara muslim banyak yang mengaku muslim tetapi mereka tidak memahami apa yang diyakininya selama ini. Agama Islam hanya tercantum dalam KTP, tidak tercantum dalam hati. Agama Islam hanya pada pembukaan ceremonial, tidak menjadi pembuka hati tuk dekat pada Alloh.

Alloh Ta’ala berfirman dalam surat Al-‘Ankabut ayat 64 bahwasanya ‘Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.’

Sahabat Ramadhan yang diberkahi Alloh dimalam-malam Ramadhan karena senantiasa mereka gunakan untuk beribadah dan tafakkur, kehidupan dunia yang saat ini kita tinggali ternyata hanya sebuah tempat persinggahan sementara saja. Disini kita hanya bersenda gurau dan berlakon. Saya berperan sebagai saya, dan Anda berperan sebagaimana Alloh berikan peranan sebagai Anda. Laiknya bermain peran di sebuah film, drama kehidupan ini pasti ada ujungnya. Apakah itu pemerannya atau dramanya, keduanya sama-sama punya batas waktu. Manusia sebagai pemeran utama dalam drama, pasti akan menemui masa dimana ia tak lagi diminta berperan. Di saat itulah manusia kembali pada pemiliknya, Alloh Azza wa Jalla. Dan drama ini pun akan berakhir sesuai waktu settingnya. Saat itulah, kiamat datang tanpa diketahui pasti kehadirannya. Seluruh makhluk hidup termasuk manusia akan kembali kepada Alloh untuk mempertanggung jawabkan apa-apa yang telah dilakukannya selama di dunia. Astaghfirulloh..

Drama kehidupan ini telah kita mulai sejak kemunculan kita di dunia ini. Waktu telah berputar cepat meninggalkan kita. Umur kita tiap menitnya berkurang. Detak jarum jam selalu setia mengingatkan kita bahwa waktu terus berjalan dan hati-hati kita menanti untuk disirami dengan air keimanan. Alloh berikan ‘mahathoh ruhiyah’ (terminal peningkatan ruhani)di setiap masanya. Itulah rahasia dibalik detak jarum jam itu.

Alloh Ta’ala berfirman dalam surat Adz-Dzaariyaat ayat 56 bahwasanya ‘Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku’.

Sahabat-sahabat Ramadhan, terminal ruhiyah itu dibuatkan Alloh lantaran Dia sayang kepada hamba-Nya yang beriman. Alloh berikan waktu-waktu khusus yang hanya dimengerti bagi mereka yang mau mendekat pada-Nya saja. Alloh ciptakan terminal utama dan terminal tambahan, itulah ibadah wajib dan sunnah. Terminal utama ada 5 tempat yaitu terminal Shubuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’. Terminal utama ini dibantu dengan terminal tambahan di antara terminal-terminal utama yang ada. Terminal tambahan di antara Shubuh dan Zhuhur ada terminal Dhuha. Antara terminal Zhuhur dan Ashar ada sholat 4 rokaat qabliah Ashar yang diutamakan oleh Rasululloh Saw. Antara Maghrib dan Isya’, ada sholat 4 rokaat yang disukai Rasululloh. Antara Isya’ dan Shubuh ada dua terminal tambahan yang keduanya adalah terminal tambahan yang disukai oleh Rasululloh bahkan Alloh janjikan akan mengangkat derajat setinggi-tingginya manusia yang melaksanakan Sholat Tahajjud dan Sholat Fajar.

Begitu pula hal yang sama ada pada terminal utama lainnya yaitu puasa. Puasa Ramadhan adalah terminal utamanya. Bahkan dibulan ini Rasululloh paling sering berperang. Terminal tambahannya Alloh sebar di setiap bulannya. Ada puasa senin-kamis, ada puasa ayyamul bidh (puasa 3 hari tengah bulan pada tanggal 13,14,15), ada puasa Nabi Daud, ada puasa Arofah, dan ada puasa 6 hari di bulan Syawal. Di sebelum Ramadhan pun ada 1 bulan yang disukai Rasululloh, yaitu Sya’ban, karena di bulan itu Rasul lebih banyak puasa sunnah dibandingkan puasa sunnah beliau dibulan-bulan lainnya. Subhanalloh, banyak terminal-terminal ruhiyah yang bisa kita jadikan labuhan ruhiyah kita untuk sejenak berhenti mengumpulkan spirit untuk kembali berputar sampai bertemu terminal berikutnya.

Wallohua’lam bishshowab.

Abu Dzar Al-Ghifari

Iklan