Katakanlah, tim Anda sedang kurang bagus kinerjanya, target masih jauh dari tercapai sedangkan waktu tenggat sudah di depan mata. Setiap orang di dalam tim merasakan tekanan yang bertambah besar. Begitu pula Anda. Sebagai manajer, manakah yang Anda pilih: menekan mereka untuk bekerja lebih keras atau menyemangati mereka dengan senyuman?

Untuk menjawab pertanyaan itu, menarik untuk kita tengok hasil penelitian Gerben A. van Kleef dan kawan-kawan dari Belanda. Belum lama berselang, mereka mempelajari karakteristik yang dikenal sebagai epistemic motivation, yakni kemauan untuk memroses informasi secara menyeluruh dan berusaha memahami arti di belakang emosi orang lain.

Orang-orang yang memiliki epistemic motivation tinggi akan berusaha mencerna secara positif arti kemarahan sang manajer. “Ia marah, berarti ia tidak bahagia dengan kinerja kita, jadi kita harus bekerja dengan lebih baik untuk memperbaiki kinerja kita,” merupakan contoh responsnya. Sebaliknya, kemarahan tidak akan efektif untuk mendorong orang-orang yang mempunyai epistemic motivation rendah. Mereka butuh dorongan yang menyenangkan.

Namun, dalam situasi yang sangat menekan, ketika tenggat waktu sudah di depan mata, kemarahan tidak akan membuahkan hasil saat ditujukan pada kelompok pertama. Alarm pertahanan diri mereka akan berbunyi keras. Anggota tim akan menanggapi secara reaktif ketimbang memikirkan dengan cermat pesan yang disampaikan sang manajer. Dan memang, kata Van Kleef, senyum, tepuk tangan, dan ajakan positif akan lebih menggerakkan tim daripada kemarahan.

Senyum, berdasarkan pengalaman para manajer yang menerapkan pendekatan manajerial baru, menimbulkan dampak positif. Senyum mampu meningkatkan apa yang dihasilkan organisasi dan berdampak baik terhadap perkembangan individu karyawan maupun organisasi. Mengapa begitu?

Senyum adalah pesan kemauan baik. Orang yang tersenyum berarti mengirimkan pesan positif. Kecemerlangan senyum Anda menghidupkan semua orang yang melihat. Senyum Anda sangat berarti bagi karyawan atau bawahan atau teman satu tim yang tengah berada di bawah tekanan, baik dari bos atau dari pelanggan. Seulas senyum yang Anda kirimkan sanggup membantu dia untuk menyadari bahwa masih ada harapan.

Senyum juga merefleksikan emosi-emosi positif. Orang-orang yang kerap tersenyum dipersepsikan lebih mampu mengendalikan diri, lebih rileks, dan lebih menarik ketimbang orang-orang yang jarang tersenyum. Efeknya bagi lingkungan juga besar. Dalam karyanya yang mashur, How to Win Friends and Influence People, Dale Carnegie menyebutkan betapa penting senyuman untuk mendapatkan kawan. Ini didukung studi lain yang menyebutkan bahwa “mempunyai kawan di tempat kerja” menjadikan orang-orang lebih berbahagia, nyaman, dan lebih produktif.

Berbagai studi menunjukkan bahwa dengan tersenyum secara alamiah, tubuh akan mengeluarkan endorphin, yang membuat kita merasa lebih nyaman dan membawa kita pada perasaan lebih bahagia. Jika kita dapat tersenyum, tawa akan datang dengan lebih mudah, dan stress akan lebih lekas mencair.

Dalam situasi normal, stress diperlukan untuk melindungi tubuh. Tapi, berada di bawah situasi yang sangat stress dapat menyebabkan gangguan pada otak. Orang cenderung jadi lebih gelisah. Lagi-lagi, cara mengelola stress ialah lewat senyuman.

Sekalipun seseorang sedang “tidak mampu” tersenyum secara naluriah, senyuman yang dikeluarkan secara sadar bisa menimbulkan efek yang bagus bagi suasana hatinya. Begitu sederhana. Ketika Anda merasa sangat tertekan, tariklah sudut-sudut mulut Anda hingga terbentuk seulas senyuman. Rasakan bagaimana perasaan Anda sekarang. Ada rasa nyaman yang mengalir. Begitulah, senyuman dapat menjadi sejenis meditasi yang ampuh untuk membikin hati kita rileks.

Nasihat yang pernah saya peroleh: “Tersenyum itu tidak mengeluarkan ongkos tetapi memberikan manfaat yang besar. Senyum memperkaya orang yang menerimanya tanpa membuat miskin orang yang memberikannya. Tersenyum itu hanya membutuhkan waktu sejenak, namun ingatan akan senyuman itu bisa tertinggal lama.”

Jadi, mulai saat ini, masukkanlah tersenyum ke dalam daftar kegiatan harian yang harus Anda prioritaskan. ***

(http://blog.tempointeraktif.com/uncategorized/cantumkan-tersenyum-ke-dalam-daftar-kegiatan-anda/)

Iklan