Menulis adalah bagian kehidupan yang tak memiliki ujung henti. Menulis bagaikan curahan hati yang terkoar dari lisan kepada setiap orang yang ditemui tanpa mengenal siapa mereka. Menulis memberikan semangat tak kenal henti kepada siapa pun yang menyelaminya. Menulis menuangkan goresan tinta hitam pada kertas putih yang tak mengenal kata dan kalimat sang empunya.

Dedikasi menulis mengejawantahkan pelbagai argumentasi kepala tertuang dalam publikasi nan nyata. Setiap manusia memberikan peranannya sesuai dengan air dalam wadahnya, dan tak berani berkata sesuatu diluar wadahnya. Laiknya seekor ikan yang terbang berkeliling samudera dan bertemu dengan banyak ikan. Maka hanya kisah pertemuan dengan ikan-ikan itulah yang ia ceritakan, bukan ia ceritakan daratan untuk para ikan.

Kawan, sungguh nikmat menulis suatu karunia yang indah bagi siapa pun yang mampu mendalami tiap makna kata yang ia tuliskan. Tak ada sertifikasi pada setiap pena yang menulis. Yang ada hanyalah pengakuan dunia atas argumentasi-argumentasi, opini, dan pendapat atas goresan kalimat yang tertuang. Buku, jurnal, artikel, dan segudang kertas putih yang dapat digunakan untuk menuangkan tinta hitam dalam memperjuangkan argumentasi. Salah satunya adalah goresan huruf pada tiap hentakan tuts tombol keyboard yang digunakan untuk mengapresiasikan kalimat demi kalimat.

Selamat membaca…!!

Iklan